Kau masih tersenyum mengubat lara
Selindung derita yang kau rasa
Senyuman yang mententeramkan
Setiap insan yang kebimbangan
Hakikatnya tak tertanggung lagi derita
Di pangkuan isterimu Humaira'
Menunggu saat ketikanya
Diangkat rohmu bertemu Yang Esa
Tangan dicelup di bejana air
Kau sapu di muka
Mengurangkan pedih
Beralun zikir menutur kasih
Pada umat
Dan akhirat
Dan tibalah waktu ajal bertamu
Penuh ketenangan jiwamu berlalu
Linangan airmata syahdu
Iringi pemergianmu
Oh sukarnya untuk umat menerima
Bahkan payah untuk Umar mempercaya
Tetapi iman merelakan jua
Bahawa manusia
Kan mati akhirnya
Tak terlafaz kata mengungkap hiba
Gerhanalah seluruh semesta
Walaupun kau telah tiada
Bersemarak cintamu selama.......
Ya Rasulullah
Kau tinggalkan kami
Warisan yang abadi
Dan bersaksilah
Sesungguhnya
kami merinduimu............
Travelog Aceh Februari 2025
5 weeks ago
No comments:
Post a Comment